EXPERIMEN: PENERIMA RADIO REGENERATIF GELOMBANG PENDEK BC-3003-V2

Опубликовано: 11 Июль 2026
на канале: Bram Palgunadi
63
2

Ini merupakan rekaman hasil experimen cikal-bakal pesawat penerima radio regeneratif gelombang pendek versi kedua, yang saya buat. Rangkaian utamanya, adalah rangkaian resonator frekuensi radio yang bisa ditala secara manual, guna menghasilkan level sinyal maximum, dan tingkat selektifitas, ditambah dengan satu rangkaian penguat level sinyal frekuensi radio, versi 'grounded base', dan kemudian baru diikuti rangkaian demodulator regeneratif. Dengan demikian dihasilkan proses penguatan level sinyal frekuensi radio sebesar kira-kira +10 dB, sebelum sinyal radio itu didemodulir dan dikonversi menjadi sinyal audio. Bekerja pada wilayah ban radio frekuensi tinggi (high frequency, HF); atau, pada wilayah ban radio gelombang pendek (short wave, SW). Penggunaan kapasitor variabel yang mempunyai nilai kapasitansi maximum relatif besar, berdampak penalaan frekuensi terimanya bisa sangat luas.

Pada pelaksanaan experimen, digunakan antena panjang sembarang (random wire antenna), yang mempunyai panjang bentangan kawat horisontal sepanjang kira-kira 15 meter; yang dipasang pada ketinggian sekitar 8 meter dari permukaan tanah. Experimen penerimaan pancaran sinyal radio, dilakukan pada sore hari, Kamis, 10 Oktober 2024, di ruang laboratorium kecil saya. Pada waktu itu, sebagai pedoman, digunakan pancaran sinyal radio yang berasal dari VOI (Voice of Indonesia), yang memancar pada frekuensi 4755 kHz. Penerimaannya sangat baik, kuat, tetapi cenderung naik-turun level sinyalnya (fading). Proses pengaturan regenerasi yang dilakukan secara manual, ternyata sama sekali tidak kritis. Penggunaan rangkaian tapis brodkas pada bagian audio, membuat mutu suara yang dihasilkan relatif cukup baik. Terminal sambung untuk antena, didisain bekerja pada impedansi yang relatif agak tinggi, yaitu 600 Ohm. Ini merupakan pendekatan yang sama, dengan yang diterapkan pada berbagai perangkat radio kuna, buatan masa lalu, sebelum tahun 1950-an, yang biasanya juga menggunakan kawat transmisi antena kawat tunggal (single wire); atau, saluran transmisi dua kawat, yang diseimbangkan (balanced line), yang biasanya juga berimpedansi 600 Ohm.