TEMBANG SULUK BANYU-MAS 037 - SULUK SENDHON SUKMA ANGLAYANG

Опубликовано: 22 Май 2026
на канале: Bram Palgunadi
521
5

Ini, adalah rekaman Tembang Suluk Banyu-Mas, yang berjudul 'Suluk Sendhon Tlutur Sukma Anglayang'; yang ditampilkan oleh almarhum Ki Soegito Poerbo Tjarito; yang rekamannya merupakan koleksi dari putera almarhum, Ki Sigit Aji Soegito. Rekamannya, semula dikirim oleh Ki Sigit Aji Soegito, kepada Mas Iskandar Soemowiloto. Dan, dari Mas Iskandar itulah, saya terima rekamannya.

Tembang suluk sendhon ini, berkisah tentang saat menjelang kematian seseorang. Saat jiwa seseorang melayang, mencari raganya, mempertanyakan di manakah raganya jatuh. Yang terjadi semuanya serba teraniaya.

Syair:
O,
O,
Durung mati ngaton,
Raganya gilang-gumilang,
O,
Sukma angelayang,
Gaok-gaok mudal rungu,
Raga ngendi,
Raga ngendi nggonmu tiba,
Wadu pari saupama,
Kaniaya,
O.

Terjemahan:
O,
O,
Belum mati tampaknya,
Tubuhnya tampak jelas nyata,
O,
Jiwanya melayang,
Berteriak-teriak memanggil-manggil,
Raga di manakah,
Raga di manakah tempatmu jatuh,
Bagai padi seumpama,
Teraniaya,
O.

Tembang Suluk Banyu-Mas, bersuasana sendu, sedih, menyayat hati, kadang juga romantis, seperti Tembang Suluk Pesisir; dan juga banyak menggunakan Laras Slendro Barang Miring (nada minor). Banyak menggunakan susunan nada tinggi, dan banyak juga dilengkapi dengan 'tutupan palaran', yang membangkitkan suasana sendu. Mendengar nada-nada dan syair tembang suluk khas Banyu-Mas ini, bisa membuat pendengarnya mbrebes-mili (berurai air-mata).

Semua file rekaman yang saya terima, tidak ada yang mempunyai judul. Sedangkan saat dikonfirmasi, juga tak ada yang bisa memberikan penjelasan tentang judul tembang suluk-nya, bahkan kemudian Mas Iskandar diminta menetapkan saja apa judul tembang suluk-nya. Atas, permintaan beliau berdua, saya akhirnya berusaha memberikan judul untuk setiap tembang suluk tersebut. Selain itu, setiap tembang suluk itu, juga tidak ada keterangan apapun, tentang jenis tembang suluk, dan pathet-nya. Juga tidak ada keterangan yang berhubungan dengan waktu (kapan) saat rekaman itu dilakukan. Untuk keperluan ini, saya juga sebisa-bisanya mencantumkan jenis dan pathet-nya. Jika terjadi kesalahan, sebelum dan sesudahnya, saya mohon maaf sebesar-besarnya.