Ini merupakan kisah sendu yang mengungkapkan kesedihan Dewi Sri Pohaci, saat melihat peri-laku manusia yang telah merusak isi bumi. Manusia, berlaku sebagai makhluk yang tak tahu berterima-kasih atas segala karunia, yang telah dilimpahkan oleh Gusti Allah, sang pemilik jagat raya. Dewi Sri Pohaci, sebagai Dewi Kesuburan, amat sangat menyesalkan segala peri-laku manusia yang telah merusak bumi. Tetapi, sebagai seorang dewi yang sangat pemaaf dan cinta kepada seluruh kehidupan, Sang Dewi Sri Pohaci, justru menangis memeluk bumi, sambil memohon ampunan kepada Gusti Allah, semoga para manusia yang berperi-laku buruk itu, dikaruniai ampunan dan disadarkan atas segala peri-laku buruknya....
Syair:
Amurwani kandha caritane,
Risang Dewi Sri Pohaci,
Amurwani ngreksa bumi jagating jalmi,
Hanguripin jalmi ing alam Jana-Loka,
O,
O,
Gusti mugi amaringi pangaksami,
Mring jalmi kang mursal lelakonipun,
Dhuh Gusti jejimat ingsun,
Mugi amaringi pangaksami,
Sri Pohaci muwun hangrungkebi bumi,
Eling-eling lelakoning jalmi,
O,
Mangkana Sri Pohaci kandha caritane,
O.
Terjemahan:
Memulai kisah yang menceritakan,
(Tentang) Sang Dewi Sri Pohaci,
(Yang) mengawali memelihara bumi tempat keberadaan manusia,
Wilayah tanah (bertabur) padi karunia Tuhan,
Menghidupi manusia di alam dunia.
O,
O,
Gusti (Tuhan), semoga mengkaruniakan ampunan,
Kepada manusia yang buruk peri-lakunya,
Duh Gusti (Tuhan) azimat hamba,
Semoga berkenan mengkaruniakan ampunan,
Sri Pohaci menangis sambil memeluk bumi,
Saat mengingat (betapa buruknya) peri-laku manusia,
O,
Begitulah Sri Pohaci yang kisah ceritanya,
O.
Direkam pada hari Minggu, 3 November 2023 di Ruang Latihan Bersama (RLB) PSTK-ITB, Campus Center Barat, ITB, Lantai Bawah.